- cinta bukan hanya mengajar kita lemah, akan tetapi menghidupkan kemampuan. cinta bukan hanya mengajar kita menghinakan diri, akan tetapi menghembuskan kegagahan. cinta bukan hanya melemahkan dorongan, akan tetapi menghidupkan dorongan.
- gak butuh jadi seorang yang prima buat dia yang anda cinta. tambah baik tunggu seseorang yang menyukai ketidak-sempurnaanmu.
- jangan sampai dulu sakiti orang yang mencintaimu, meskipun bisa saja anda gak mencintainya. dikarenakan mereka gak bakal dulu menyakitimu.
- cuma mereka yang kuat yang sanggup mengucapkan kata maaf, akan tetapi untuk mereka yang sanggup memaafkan yaitu orang yang lebih kuat.
- jangan sampai dulu anda tutupi perasaanmu. dikarenakan kendati mulutmu sanggup untuk berkata tidak, matamu gak bakal dapat menutupinya.
- kerapkali cinta bikin kamu kecewa serta terluka, namun berterima kasihlah, dikarenakan cinta juga bikin kamu dewasa serta bahagia.
- cinta memang tidak buta. cinta yaitu suatu hal yang murni, luhur serta dibutuhkan. yang buta yaitu seandainya cinta itu menguasai dirimu tanpa satu pertimbangan.
- pas bersua, saya gak hiraukan. pas kau pergi, saya selamanya menunggu anda. apakah ini namanya cinta?
- jangan sampai tersenyum untuk menyembunyikan rasa sakit. tersenyumlah untuk membuat sembuh rasa sakitmu.
- jangan sampai menangis untuk kembali mengenang waktu lantas. menangislah untuk melepas waktu lantas.
- buat jadi kepandaian sebagai kebahagiaan bersama-sama, makanya sanggup menaikkan rasa ikhlas untuk bersyukur atas keberhasilan.
- berhentilah mencemasan suatu hal terlalu berlebih. kuatir yaitu buah dari pemikiran. berpikir positif bakal bikin hidup lantas lebih tenang.
- perihal terindah yg bs dimiliki pria adl seorg wanita yg menilainya sbg satu2nya perihal didunia yg tdk dpt dibeli oleh duit.
- cinta pertama yaitu kenangan, cinta ke-2 yaitu pelajaran, serta cinta yang selanjutnya yaitu satu kepentingan dikarenakan hidup tanpa cinta ibarat masakan tanpa garam. dikarenakan itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu sebaik-baiknya supaya ia terus mekar serta wangi selama musim. . .
- cinta memang tidak buta. cinta yaitu suatu hal yang murni, luhur serta dibutuhkan. yang buta yaitu seandainya cinta itu menguasai dirimu tanpa satu pertimbangan
Sabtu, 13 April 2013
Kata Kata Romantis Terbaik Menyentuh Hati
Hubungan dengan seseorang betul-betul tidak semudah membalikan telapak
tangan. didiepan katakan setia dibelakan jalur sama cowok lain, kita
sebagai cowok pastinya tidak akan tentang itu berjalan. Agar tentang
menyakitkan layaknya diatas tidak sungguh-sungguh berjalan tambah baik
anda mengantar kata kata romantis dibawah ini pada kekasih hati anda.
Kata Kata Indah Penuh Makna dan Arti
- batasan apakah suatu hal masuk akal atau tidak, kita tengok saja orang lain, bila orang lain udah melaksanakannya atau udah menggapai impiannya, maka yang dimimpikan tersebut adalah masuk akal.
- jangan sampai dulu menyerah bila tuhan belum menjawab doamu, itu gara-gara tuhan punyai gagasan yg tambah baik tuk hidupmu
- jangan sampai tanyakan kenapa seseorang membencimu, sebelum akan anda tanyakan dirimu sendiri kenapa anda hiraukan bakal perihal itu.
- cuma gara-gara anda udah peroleh cintanya, gak bermakna anda berhenti laksanakan perihal yg anda jalankan dikala mengusahakan dapatkannya.
- seorang pria sejati tdk dapat dikelabui oleh matanya. seorang wanita sejati tdk bersembunyi dibalik tampilannya.
- bahagia yaitu punya mereka yg bangga jadi dirinya sendiri, tanpa mencemaskan apa yg dipikirkan orang lain tentangnya.
- pengetahuan tidak mampu menukar persahabatan. tambah baik saya lantas idiot dari pada kehilanganmu.
- seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. jadi lebih banyak ia lihat, jadi lebih sedikit ia bicara. jadi lebih sedikit ia bicara, jadi lebih banyak ia mendengar. kenapa kita tidak layaknya burung hantu yang bijaksana itu
- didalam hidup, lakukan persiapan dirimu sebaik baiknya, serta dari pada tunggu peluang datang, tambah baik anda menciptakannya.
- gagal serta berhasil menjadi satu paket menuju berhasil. gagal hari ini bisa saja berhasil keesokan hari.
- berpikir yaitu pekerjaan berat, sebab itu sedikit sekali orang yang betah melaksanakannya. jika dua orang selamanya setuju didalam semua perihal, itu bermakna cuman satu orang yang berpikir.
- kejujuran yaitu perhiasan jiwa yang lebih bersinar dari pada berlian
- studi tanpa berpikir tak ada gunanya, namun berpikir tanpa studi yaitu beresiko.
- cinta pada allah yaitu puncaknya cinta. lembahnya cinta yaitu cinta pada sesama.
- dusta benar-benar dapat menunda sesuatu kebenaran, namun cepat atau lambat tentu terungkap juga. jadilah pribadi yg jujur.
- guys, bila wanita menanyakan padamu, tambah baik menjawabnya dengan jujur, gara-gara kemungkinan besar dia udah tahu kebenarannya.
- hargai orang lain, siapa-siapa saja itu, serta jangan sampai dulu menyimpan dendam pada siapa-siapa saja. isi tiap-tiap harimu dengan kebaikan.
- bersedih serta berkeluh kesah perihal apa yang tidak kita punyai yaitu sama layaknya menyia-nyiakan apa yang udah kita punyai.
- yakinlah, bahwa perihal yang baik berjalan tiap-tiap hari apalagi dikala perihal yang tidak baik berjalan. selamanya bersyukur
- kadang waktu, capek lantas kecewa yaitu harga yang wajib dibayar untuk beli bahagia.
- persoalan yaitu langkah tuhan untuk buat kamu dewasa, jangan sampai lari dari mereka namun hadapilah. cuma mereka yg buat kamu bijaksana.
- apa yang hilang darimu, relakanlah. jangan sampai mengeluh. yakinlah tuhan udah sedia kan yang tambah baik.
- bila seseorang udah sangat percaya serta berserah seutuhnya bakal kebesaran tuhan, maka tuhan bakal membimbing kehidupannya.
- bila hidup ini yaitu permainan, mainkan. bila hidup ini yaitu mimpi, wujudkan. buat jadi tiap-tiap moment didalam hidup kita bernilai.
- dikala kita hindari persoalan, ia bakal berbarengan kita lebih lama. hadapilah, serta ia bakal buat kamu lebih bijaksana.
- sehelai rambut di kepala kita miliki periode tumbuh 2 hingga 6 th. sebelum akan diganti dengan rambut baru.
Selasa, 09 April 2013
Cara Daftar di A.W.Surveys
Ayo…… mau dapat $ gratisss…??? Atau pengen dapet profit dari blog???
Nahh ini ada sebuah situs yang menyediakan fasilitas diatas. Situs ini bernama a.w surveys, sebuah situs yang menyediakan fasilitas survey ke web lain. Tapi banyak juga yang bilang kalau a.w surveys ini situs scam ( yang belum tahu situs scam ituh apa tunggu postingan selanjutnya) tapi udah banyak blogger di Indonesia yang dibayar oleh a.w survey, tentunya dengan cara yang benar bukan dengan
Nahh ini ada sebuah situs yang menyediakan fasilitas diatas. Situs ini bernama a.w surveys, sebuah situs yang menyediakan fasilitas survey ke web lain. Tapi banyak juga yang bilang kalau a.w surveys ini situs scam ( yang belum tahu situs scam ituh apa tunggu postingan selanjutnya) tapi udah banyak blogger di Indonesia yang dibayar oleh a.w survey, tentunya dengan cara yang benar bukan dengan
Langsung
ja ke pokok permasalahan. Bagi anda yang belum bisa cara pendaftarannya
ini tutornya… ingat baca dengan konsentrasi penuh….
- Kemudian masuklah ke di website A.W Surveys klik disini.
- Jika sudah masuk di halaman depan A.W Surveys lalu pilih Create A Free Acount.
- Isilah data-data yang diperlukan seperti username, password dll (ingat isikan dengan identitas yang sebenarnya karena A.W Surveys akan mengkomfimasikan pembayaran melalui identitas yang kamu berikan).
- Jika sudah selesai Login dengan account yang baru anda buat
- Lihatlah link dibawah The Following Surveys are Available:
- Klik link-link tersebut dan anda akan diberikan halaman baru dengan beberapa link
- Klik link-link tersebut, maka halaman baru akan terbuka.
- Perhatikan halaman tersebut dan pahami apa maksud website tersebut.
- Setelah mengerti, kembali ke halaman A.W. Surveys dan berikan kritik atau saran pada kotak yang disediakan.
- Dan booom uang dollar gratis akan masuk dalam account anda, besarnya uang dollar gratis tergantung A.W Surveys tetapi rata-rata berharga $4 - $8 dalam sekali surveys. Mudahkan????
- Setelah beberapa kali surveys, uang dollar gratis yang kita kumpulkan dapat dikirim melalui akun Paypal atau AlertPay kamu tetapi setelah mencapai $75.
- Kunjungi A.W Surveys minimal dalam 3 - 4 minggu sekali kalau-kalau sudah ada perusahaan yang harus di surveys.
Tugas kulia
Calculator sederhana dengan html
silakan di download di bawah ini
https://hotfile.com/dl/202235939/179e810/Calculator_sederhana.zip.html
tugas pascal while do
https://hotfile.com/dl/202510697/c53a479/while_Do.zip.html
silakan di download di bawah ini
https://hotfile.com/dl/202235939/179e810/Calculator_sederhana.zip.html
tugas pascal while do
https://hotfile.com/dl/202510697/c53a479/while_Do.zip.html
Senin, 08 April 2013
Kisah Nabi Nuh ‘Alaihissalam
Dahulu ada beberapa orang saleh bernama Wad, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr yang dicintai oleh masyarakat[1]. Ketika mereka wafat, maka masyarakat merasa sedih karena kehilangan mereka, saat itulah setan memanfaatkan kesedihan itu dengan membisikkan mereka agar membuatkan patung-patung dengan nama-nama mereka untuk mengenang mereka. Akhirnya, masyarakat pun melakukannya.
Waktu pun berlalu, namun patung-patung itu belum disembah sampai mereka yang membuat patung-patung itu meninggal dan datanglah anak cucu mereka yang kemudian disesatkan oleh setan. Setan menjadikan mereka menganggap bahwa patung-patung itu adalah sesembahan mereka.
Mereka pun menyembah patung-patung itu dan mulai saat itu tersebarlah kesyirikkan di tengah-tengah mereka, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat seorang laki-laki di kalangan mereka sebagai nabi dan Rasul-Nya, yaitu Nuh ‘alaihissalam. Allah Subhanahu wa Ta’ala memilihnya di antara sekian makhluk-Nya, Dia mewahyukan kepadanya agar mengajak kaumnya menyembah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja dan meninggalkan sesembahan-sesembahan selain-Nya. Mulailah Nabi Nuh ‘alaihissalam berdakwah, ia berkata kepada mereka:
“Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).” (QS. Al A’raaf: 59)
Maka di antara kaumnya ada yang mengikuti ajakannya, mereka terdiri dari kaum fakir dan dhu’afa (lemah). Adapun orang-orang kaya dan kuat, maka mereka menolak dakwahnya, sebagaimana istrinya dan salah satu anaknya juga menolak dakwahnya. Mereka yang menolak dakwahnya menenatangnya dan berkata kepadanya,
“Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara Kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta.” (QS. Huud: 27)
Nabi Nuh ‘alaihissalam tidak berputusa asa terhadap sikap kaumnya yang menolak dakwahnya, ia terus mengajak mereka di malam dan siang hari, menasihati mereka secara rahasia dan terang-terangan, menjelaskan kepada mereka dengan lembut hakikat dakwah yang dibawanya, tetapi mereka tetap saja kafir kepadanya, tetap saja sombong dan melampaui batas, dan terus membantah Nabi Nuh ‘alaihissalam dan keadaan itu berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Mereka juga menyakitinya, menghinanya, dan memerangi dakwahnya.
Pernah suatu ketika, sebagian orang-orang kaya mendatangi Nabi Nuh ‘alaihissalam dan meminta kepadanya untuk mengusir orang-orang fakir yang beriman kepadanya agar orang-orang kaya ridha dan mau duduk bersamanya sehingga bisa beriman kepadanya, namun Nabi Nuh ‘alaihissalam menjawab,
“Wahai kaumku! Aku tidak meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu sebagai suatu kaum yang tidak mengetahui–Dan (Nuh berkata), “Wahai kaumku! Siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?” (QS. Huud: 29-30)
Maka kaumnya pun marah dan menuduhnya telah sesat, dan mereka berkata, “Sesungguhnya kami melihatmu berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al A’raaf: 60)
Nuh balik menjawab, “Wahai kaumku! Tidak ada padaku kesesatan sedikit pun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam”– “Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku, aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al A’raaf: 61-62)
Nabi Nuh ‘alaihissalam tetap bersabar mendakwahi kaumnya, hari demi hari dilaluinya, bulan demi bulan dilaluinya dan tahun demi tahun dilaluinya, tetapi yang mau mengikuti seruannya hanya beberapa orang saja. Bahkan ketika Nuh mendatangi sebagian mereka, mengajak mereka agar menyembah Allah dan beriman kepada-Nya, mereka taruh anak jarinya ke telinga mereka agar tidak mendengar kata-kata Beliau, dan ketika Beliau pergi kepada yang lain sambil menyebutkan kepada mereka nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada mereka serta menceritakan tentang penghisaban pada hari Kiamat, mereka taruh baju mereka di wajah mereka agar tidak melihat Beliau, dan hal ini berlangsung terus hingga akhirnya orang-orang kafir berkata kepada Nabi Nuh ‘alaihissalam,
“Wahai Nuh! Sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap Kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada Kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. Hud: 32)
Nuh menjawab, “Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri.–Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasihatku jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Hud : 33-34)
Maka Nabi Nuh pun bersedih karena kaumnya tidak mau memenuhi ajakannya, bahkan sampai meminta agar disegerakan azab untuk mereka. Meskipun begitu, Nabi Nuh ‘alaihissalam tidak berputus asa, dia tetap berharap kiranya ada di antara mereka yang mau beriman. Hari demi hari berganti, bulan demi bulan berganti dan tahun pun berganti dengan tahun berikutnya, tetapi ajakan Beliau tidak membawa hasil, Beliau berdakwah kepada kaumnya dalam waktu yang cukup lama, yaitu 950 tahun sebagaimana yang difirmankan Allah,
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun..” (QS. Al ‘Ankabut: 14)
Namun sedikit sekali yang mau beriman kepadanya. Hingga akhirnya, Beliau mengadu kepada Allah seperti yang disebutkan dalam surah Nuh:
“Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang,–Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari .–Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupi bajunya dan mereka tetap (di atas sikapnya) dan menyombongkan diri dengan sangat.–Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka dengan cara terang-terangan ,–Kemudian sesungguhnya aku seru mereka dengan terang-terangan dan dengan diam-diam,–Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,–Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,–Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 5-12)
–Nabi Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.–Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. (QS. Nuh : 26-27)
Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Nabi Nuh untuk membuat kapal, dan mengajarkan kepadanya bagaimana membuatnya dengan baik. Mulailah Nabi Nuh ‘alaihissalam membuat kapal dengan dibantu orang-orang yang beriman kepadanya. Setiap kali, orang-orang kafir melewati Nuh dan pengikutnya, mereka menghina dan mengejeknya karena melihat Beliau membuat kapal besar di gurun sahara yang tidak ada sungai dan laut. Penghinaan mereka bertambah, ketika mereka tahu bahwa maksud Nabi Nuh ‘alaihissalam membuatnya adalah untuk menyelamatkan dirinya dan pengikutnya dari azab yang akan Allah timpakan kepada mereka.
Akhirnya, pembuatan kapal pun selesai, Nabi Nuh mengetahui bahwa banjir besar akan tiba, maka ia meminta kepada setiap mukmin dan mukminah untuk menaiki kapal tersebut, ia juga mengangkut setiap hewan, burung, dan hewan lainnya sepasang.
Hingga ketika Nabi Nuh ‘alaihissalam bersama pengikutnya telah berada di atas kapal, datanglah banjir besar. Langit mengucurkan hujannya dengan deras, mata air di bumi pun mulai memancarkan airnya dengan kuat, Nuh pun berkata, “Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Huud: 41)
Kapal pun mulai berlabuh dan mengapung di atas air. Ketika itu, Nabi Nuh melihat anaknya yang kafir, ia memanggilnya dan berkata, “Wahai anakku! Naiklah bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” (QS. Huud : 42)
Tetapi anaknya menolak ajakannya dan berkata, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari banjir besar!”
Nuh berkata, “Tidak ada yang melindungi pada hari ini dari azab Allah selain Allah Yang Maha Penyayang.”
Gelombang pun menjadi penghalang antara keduanya; maka anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (QS. Huud : 43)
Kaum Nabi Nuh yang kafir saat melihat air membanjiri rumah mereka dan mengalir dengan derasnya, maka mereka merasa akan binasa, mereka pun segera mencari tempat-tempat tinggi untuk menyelamatkan diri, tetapi sayang sekali, ternyata banjir itu telah mencapai puncak gunung. Allah Subhanahu wa Ta’ala membinasakan orang-orang kafir dan menyelamatkan Nabi Nuh dan para pengikutnya. Nuh dan pengikutnya pun bersyukur kepada Allah atas keselamatan yang diberikan-Nya.
Setelah kaum yang kafir itu tenggelam, maka diwahyukan kepada langit dan bumi,
“Wahai bumi telanlah airmu, dan wahai langit berhentilah,” maka air pun surut, kapal itu pun berlabuh di atas bukit Judi.” (QS. Huud : 44)
Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Nuh dan para pengikutnya turun dari kapal, Dia berfirman,
“Wahai Nuh! Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu.” (QS. Huud: 48)
Ketika diketahui oleh Nuh ‘alaihissalam anaknya termasuk orang-orang yang ditenggelamkan, Nuh ‘alaihissalam berkata:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.” (QS. Huud : 45)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, sesungguhnya perbuatannya tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu agar kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS. Huud : 46)
Nuh pun berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tidak mengetahuinya. Dan sekiranya Engkau tidak memberikan ampun kepadaku, serta menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Huud : 47)
Setelah Nabi Nuh dan para pengikutnya turun dan melepaskan hewan-hewan yang diangkutnya, maka mulailah Beliau dan para pengikutnya menjalani hidup yang baru, Beliau berdakwah kepada kaum mukmin dan mengajarkan kepada mereka hukum-hukum agama, Beliau banyak melakukan dzikrullah, shalat dan berpuasa hingga Beliau wafat dan menghadap Allah ‘Azza wa Jalla.
Wallahu a’lam, wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man waalaah.
Selesai.
Nabi Muhammad Memohonkan Syafaat Untuk Seluruh Umat
Syafaat Untuk Seluruh Umat
Saya adalah pemimpin semua orang pada hari kiamat. Tahukah kalian sebabnya apa? Allah Subhanahu wa Ta’ala mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang akhir di suatu dataran tinggi. Mereka dapat dilihat oleh orang yang melihat dan dapat mendengar orang yang memanggil. Matahari dekat sekali dari mereka. Semua orang mengalami kesusahan dan penderitaan yang mereka tidak mampu memikulnya. Lantas orang-orang berkata, ‘Apakah kalian tidak tahu sampai sejauh mana yang kalian alami ini? Apakah kalian tidak memikirkan siapa yang dapat memohonkan syafaat kepada Rabb untuk kalian?’ Lantas sebagian orang berkata kepada sebagian lain, ‘Ayah kalian semua, Nabi Adam ‘alaihissalam’.
Mereka pun mendatangi beliau, lalu mereka berkata, ‘Wahai Nabi Adam! Engkau adalah ayah semua manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakanmu dengan kekuasaan-Nya dan meniupkan ruh-Nya ke dalam tubuhmu. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kepada malaikat untuk bersujud, sehingga mereka pun bersujud kepadamu. Di samping itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan tempat tinggal kepadamu di surga. Sudilah kiranya engkau memohonkan syafaat kepada Rabbmu untuk kami? Bukankah engkau tahu apa yang kami alami dan sampai sejauh apa menimpa kami?’ Nabi Adam ‘alaihissalam menjawab, ‘Sungguh hari ini Rabbku sangat murka. Belum pernah Dia murka seperti ini sebelumnya dan Dia tidak akan murka seperti ini lagi setelahnya. Sungguh, Dia melarangku akan suatu pohon, tetapi saya berbuat maksiat. Diriku, diriku, diriku. Pergilah ke selain aku. Pergilah kepada Nabi Nuh ‘alaihissalam’.
Lantas mereka mendatangi Nabi Nuh ‘alaihissalam, lalu mereka berkata, ‘Wahai Nuh! Engkaulah Rasul pertama di muka bumi ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebut dirimu hamba yang banyak bersyukur. Bukankah engkau mengetahui apa yang sedang kita alami sekarang? Sudilah kiranya engkau memohonkan syafaat kepada Rabbmu untuk kami?’ Nabi Nuh ‘alaihissalam menjawab, ‘Sungguh, hari ini Rabbku sangat murka. Belum pernah Dia murka seperti ini sebelumnya dan Dia tidak akan murka seperti ini lagi setelahnya. Sungguh, saya mempunyai suatu dosa mustajab yang telah saya gunakan untuk mendoakan kebinasaan pada kaumku. Diriku, diriku, diriku, pergilah ke selain aku. Pergilah pada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam’.
Kemudian mereka pun mendatangi Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, lalu mereka bertanya, ‘Wahai Ibrahim! Engkau adalah Nabi Allah dan kekasih Allah di antara penduduk bumi. Mohonkanlah syafaat kepada Rabbmu untuk kami. Bukankah engkau telah mengetahui keadaan yang sedang kami alami?’ Lalu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menjawab, ‘Sungguh, hari ini Rabbku sangat murka. Belum pernah Dia murka seperti ini sebelumnya dan Dia tidak akan murka seperti ini lagi setelahnya. Sesungguhnya saya pernah berdusta sebanyak tiga kali. Diriku, diriku, diriku, pergilah ke selain aku. Pergilah pada Nabi Musa ‘alaihissalam’.
Selanjutnya mereka mendatangi Nabi Musa ‘alaihissalam, lalu mereka berkata, ‘Wahai Nabi Musa! Engkau adalah utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi keutamaan kepadamu dengan kerasulan dan kalam-Nya yang melebihi orang lain. Mohonkanlah syafaat kepada Rabbmu untuk kita. Bukankah engkau mengetahui keadaan yang sedang kita alami?’ Lantas Nabi Musa ‘alaihissalam menjawab, ‘Sungguh, hari ini Rabbku sangat murka. Belum pernah Dia murka seperti ini sebelumnya dan Dia tidak akan murka seperti ini lagi setelahnya. Sungguh, saya pernah membunuh seorang manusia padahal saya tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Diriku, diriku, diriku, pergilah ke selain aku. Pergilah pada Nabi Isa ‘alaihissalam’.
Setalah itu, mereka pun mendatangi Nabi Isa ‘alaihissalam, lalu mereka berkata, ‘Wahai Nabi Isa! Engkau adalah utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan yang diciptakan dengan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dari-Nya. Engkau dapat berbicara dengan orang-orang ketika masih dalam buaian. Mohonkanlah syafaat kepada Rabbmu untuk kita. Bukankah engkau mengetahui keadaan yang sedang kita alami?’ Lantas Nabi Isa ‘alaihissalam menjawab, ‘Sungguh, hari ini Rabbku sangat murka. Belum pernah Dia murka seperti ini sebelumnya dan Dia tidak akan murka seperti ini lagi setelahnya.’ Nabi Isa tidak menyebutkan dosa yang diperbuatnya. ‘Diriku, diriku, diriku, pergilah ke selain aku. Pergilah pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam’.
Lalu mereka mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, selanjutnya mereka berkata, ‘Wahai Muhammad! Engkau adalah utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan penutup para nabi. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan yang akan datang. Mohonkanlah syafaat kepada Rabbmu untuk kita. Bukankah engkau mengetahui keadaan yang sedang kita alami?’ Lantas saya berangkat hingga saya sampai di bawah Arsy. Kemudian saya bersujud kepada Rabbku. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala ajarkan padaku pujian-pujian kepada-Nya serta keindahan sanjungan terhadap-Nya yang belum pernah Dia ajarkan kepada selain diriku. Lalu dikatakan, ‘Wahai Muhammad! Angkatlah kepadamu. Ajukanlah permohonan, niscaya permohonanmu dikabulkan. Mohonlah syafaat, pastilah akan diterima syafaatmu.’ Selanjutnya aku mengangkat kepalaku, lalu saya berkata, ‘Ummatku, wahai Rabbku, umatku wahai Rabbku, ummatku wahai Rabbku!’ Lantas dikatakan, ‘Wahai Muhammad! Masukkanlah umatmu yang tidak peru dihisab dari pintu surga ke sebelah kanan. Mereka juga sama dengan orang-orang lain di selain pintu tersebut.’ Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Demi Dzat yang mengauasai diriku, sesungguhnya jarak anara dua daun pintu dari beberapa daun pintu surga sama dengan jarak antara Mekah dan Hajar atau antara Mekah dan Bushra’.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Langganan:
Postingan (Atom)


